Jawa Pos Radar Madiun - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Jumat (20/3) sore memicu banjir di sejumlah titik.
Luapan air dari area persawahan yang mencapai ketinggian 1 hingga 3 meter merendam fasilitas umum, mulai dari jalan raya, sekolah, hingga tempat ibadah.
Titik terparah dilaporkan terjadi di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan, sekitar pukul 16.30 WIB.
Drainase yang ada tak kuasa menahan debit air kiriman dari sawah setelah hujan mengguyur selama tiga jam nonstop.
Detik-Detik Mencekam: Pengendara Nyaris Terseret Arus
Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, derasnya arus air di Jalan Mayjen Sungkono terlihat menyerupai aliran sungai besar.
Kondisi ini membuat sejumlah pengendara motor yang nekat menerobos terjebak dalam bahaya.
Bahkan, dilaporkan seorang pengendara sempat terseret arus deras sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga sekitar bersama kendaraannya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Viral! Bule Akun Luzzysun Keluyuran Saat Nyepi, Rai Mantra Desak Deportasi
Masjid Al Islami dan TK Terendam, Dinding Jebol
Dampak banjir kali ini tergolong cukup parah bagi fasilitas sosial di Sukowinangun.
Masjid Al Islami terendam air cukup dalam. Derasnya tekanan air bahkan mengakibatkan dinding masjid jebol.
Sebuah taman kanak-kanak (TK) setempat juga tak luput dari kepungan air dan lumpur.
Akses utama sempat lumpuh total selama puncak banjir berlangsung.
"Saluran air tidak mampu menampung luapan dari sawah, jadi air 'liar' mencari titik terendah. Akhirnya menggenangi jalan, sekolah, dan masjid," ujar Iwan Widyanto, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Kejadian ini memicu keresahan warga setempat. Dian Rosihandya, warga lainnya, menyebut peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya air luapan sawah masuk hingga merusak fasilitas ibadah.
"Sangat merugikan warga. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atau pelebaran saluran air agar kejadian serupa tidak terulang," ungkapnya.
Penanganan Pasca-Banjir oleh Petugas Gabungan
Air dilaporkan mulai surut sekitar satu jam setelah hujan reda. Tim gabungan dari BPBD Magetan, Pemadam Kebakaran, dan Kepolisian langsung bergerak cepat.
Material lumpur sisa banjir yang menutup badan jalan langsung disemprot agar tidak licin.
Lalu lintas sempat dialihkan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama proses evakuasi dan pembersihan.
Petugas mulai mendata kerugian material akibat jebolnya dinding masjid dan kerusakan fasilitas sekolah.
Bagi pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan Sukowinangun, harap tetap waspada terhadap sisa lumpur yang licin.
Selalu pantau prakiraan cuaca mengingat potensi hujan susulan masih tinggi di wilayah Magetan dan sekitarnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani