Jawa Pos Radar Magetan – Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke daerah.
Pemkab Magetan bersama Pemprov Jatim merevisi target pembangunan 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD.
Penyesuaian dilakukan terhadap enam indikator utama agar tetap adaptif terhadap dinamika perdagangan global.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, kondisi geopolitik berpengaruh terhadap perekonomian daerah.
’’30 persen perekonomian kita ditopang industri pengolahan, sementara jalur perdagangan dunia sebagian melintasi Timur Tengah. Ketika situasi memanas, tentunya akan berpengaruh,” ujarnya.
Menurutnya, langkah penyesuaian penting untuk menjaga stabilitas target pembangunan di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, Magetan dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik.
Hal itu tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang stabil di kisaran 77–78.
Selain itu, serapan tenaga kerja yang tinggi juga menjadi faktor penguat ekonomi daerah.
Kondisi tersebut dinilai mampu menjadi penopang di tengah tekanan global yang terjadi.
’’Diharapkan tercapai kesepakatan atas permasalahan dan prioritas pembangunan daerah, sekaligus menjaga keselarasan dengan kebijakan nasional dan provinsi,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto