Jawa Pos Radar Magetan – Kontribusi ekonomi Kabupaten Magetan terhadap perekonomian Jawa Timur masih tergolong kecil.
Berdasarkan data terbaru, sumbangannya baru mencapai 0,77 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, angka tersebut merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.
PDRB Jawa Timur tercatat mencapai Rp 3.403,17 triliun. Sementara PDRB Magetan berada di angka Rp 26,37 triliun.
’’Yang jelas, Magetan harus mampu meningkatkan kontribusinya melalui penguatan sektor-sektor unggulan,’’ ujarnya, Minggu (29/3).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah.
Pemkab didorong memperkuat inovasi dan investasi, khususnya pada sektor unggulan seperti pariwisata dan UMKM.
Selain itu, hilirisasi produk lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Endy menekankan, sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi perlu didorong masuk ke sektor pengolahan.
Dengan begitu, hasil produksi tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Di sisi lain, sektor jasa, perdagangan, serta informasi dan komunikasi juga perlu diperkuat mengikuti perubahan struktur ekonomi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi kunci.
’’SDM harus disiapkan melalui pelatihan dan sertifikasi agar mampu bersaing,’’ jelasnya.
Dia juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan UMKM dan optimalisasi produk lokal.
’’Dengan strategi tersebut, Magetan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan kesejahteraan masyarakat,’’ tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto