Jawa Pos Radar Magetan – Pemprov Jawa Timur menetapkan sembilan intervensi prioritas untuk memaksimalkan pembangunan Kabupaten Magetan.
Fokus diarahkan pada kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, kebijakan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar sekaligus memperkuat ekonomi wilayah.
’’Fokus kami mencakup pemenuhan layanan dasar, penataan permukiman, hingga penguatan konektivitas dan transportasi publik,” terangnya.
Intervensi awal menyasar layanan dasar. Mulai ketersediaan air minum, pengelolaan limbah, hingga ruang terbuka hijau (RTH).
Penataan kawasan kumuh perkotaan dan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga menjadi prioritas.
Di sektor infrastruktur, peningkatan konektivitas dilakukan melalui preservasi jalan strategis. Antara lain ruas Madiun–Magetan dan Madiun–Ponorogo.
’’Pengembangan transportasi publik dan simpul transportasi menjadi kunci mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antarmoda,’’ jelasnya.
Selain itu, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, industri, dan perdagangan turut didorong sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi.
Pemprov juga menekankan hilirisasi komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah.
Di sektor agraria, intervensi dilakukan melalui reforma agraria. Termasuk redistribusi tanah dan pemberdayaan masyarakat penerima manfaat.
’’Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Yang juga penting, pertumbuhan ekonomi di Magetan harus berkelanjutan dan ramah lingkungan,’’ tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto