Jawa Pos Radar Magetan – Lonjakan sampah selama libur Lebaran mulai terasa di Magetan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) mencatat timbulan sampah harian mencapai 58,7 ton.
Kepala DLHP Magetan Saif Muchlissun mengatakan, angka tersebut tercatat selama periode 18–25 Maret 2026.
’’Kenaikannya memang tidak signifikan, tapi tetap perlu menjadi perhatian,’’ ujarnya, kemarin (30/3).
Jika dibandingkan tahun lalu, terjadi kenaikan tipis 0,8 persen dari 58,2 ton per hari.
Sampah sisa makanan mendominasi dengan porsi 40 persen. Disusul plastik 30 persen, residu 20 persen, dan sampah spesifik 10 persen.
Secara wilayah, timbulan sampah di luar Kecamatan Magetan relatif stabil. Bahkan di wilayah kota mengalami penurunan sekitar 10 persen dibanding tahun lalu.
Meski demikian, kawasan kota tetap menjadi penyumbang sampah terbesar selama libur Lebaran.
Lonjakan signifikan justru terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan.
Rata-rata sampah di kawasan tersebut mencapai 6,3 ton per hari, naik dari 6,1 ton pada 2025.
Peningkatan ini berdampak pada intensitas pengangkutan yang mencapai 21 rit per hari.
Di sisi lain, Pasar Sayur Magetan mencatat penurunan timbulan sampah menjadi 3,2 ton per hari, dari sebelumnya 3,4 ton.
Muchlissun mengimbau masyarakat untuk menekan produksi sampah, terutama plastik dan sisa makanan.
’’Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar volume sampah tidak terus meningkat,’’ tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto