Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Banjir Terus Berulang, Magetan Butuh Normalisasi Besar

Aprilita Sari • Senin, 6 April 2026 | 08:40 WIB
Kondisi pasca banjir di Magetan yang menjadi alarm perlunya normalisasi drainase dan sungai. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Kondisi pasca banjir di Magetan yang menjadi alarm perlunya normalisasi drainase dan sungai. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Banjir yang berulang di Magetan menjadi alarm serius.

Pemkab didorong melakukan normalisasi besar-besaran serta “revolusi drainase” agar persoalan tidak terus terulang.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menyebut banjir dipicu dua faktor utama.

Yakni persoalan di hulu dan hilir.

Di kawasan hulu seperti Sadon hingga Ndoyo, debit air tidak tertampung optimal akibat sampah, sedimentasi, dan penyempitan sungai.

Di hilir, sistem drainase perkotaan dinilai belum berfungsi maksimal.

’’Drainase kita tidak fungsional dan tidak sistemik. Ini yang harus dibenahi,’’ ujarnya.

Genangan tinggi terjadi di kawasan timur Pasar Baru karena saluran pembuangan buntu.

Curah hujan di Stasiun Jejeruk mencapai 145 mm per hari.

Sedangkan di Stasiun Nitikan mencapai 110 mm per hari.

Untuk mengurangi tekanan air, pintu air menuju Sungai Gandong dibuka.

Namun, langkah itu berdampak pada ambrolnya tanggul di kawasan belakang Apotek Asia Baru.

’’Kalau drainase kota tidak mampu, air dialirkan ke sungai. Tapi risikonya dekat permukiman,’’ jelasnya.

Banyak permukiman berdiri di bantaran sungai.

Kondisi ini mempersempit ruang aliran air.

Di Campursari, gorong-gorong juga menyempit akibat bangunan dan sampah.

’’Tanpa normalisasi besar-besaran, banjir akan terus berulang,’’ tegasnya.

Kerusakan jalan juga terjadi karena banyak ruas berubah fungsi menjadi aliran air.

Pemkab mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan saluran.

Disiapkan bantuan Rp 3 juta per RT untuk gotong royong.

’’Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama,’’ tandasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#infrastruktur #cuaca ekstrem #drainase #Banjir Magetan #normalisasi sungai