Jawa Pos Radar Magetan – Banjir dua kali dalam sebulan memaksa Pemkab Magetan bergerak cepat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung mengeksekusi penanganan dari hulu hingga hilir.
Kepala DPUPR Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan langkah cepat diambil usai peninjauan bersama Nanik Endang Rusminiarti.
’’Kami langsung rumuskan penanganan menyeluruh,’’ ujarnya, Senin (6/4).
Banjir terjadi pada 20 Maret dan kembali terulang 4 April.
Curah hujan mencapai 145 mm dengan daerah tangkapan air sekitar 300 hektare.
’’Volume air sangat besar,’’ jelasnya.
DPUPR melakukan penelusuran aliran air dari Terung hingga Sukomoro.
Pemetaan juga dilakukan menggunakan drone.
Penanganan jangka pendek dilakukan dengan penyudetan aliran Sungai Terung ke Sungai Sadon.
Termasuk dari Srogo ke Kali Ndoyo.
Normalisasi saluran dilakukan sepanjang 1,5 kilometer.
Dari Kembaran hingga kawasan Samsat.
Material pengerukan dimanfaatkan untuk penguatan tanggul.
’’Alat berat sudah turun,’’ katanya.
Penanganan darurat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp 200 juta.
DPUPR juga menangani tebing sungai jebol di Jalan dr Sutomo.
Serta talud di belakang Apotek Asia Baru.
Jangka menengah, disiapkan saluran baru di titik rawan seperti Bangsri–Ngariboyo.
Jangka panjang, dibangun drainase permanen berupa box culvert menuju Kali Ndoyo.
Kerusakan Jalan Mayjen Sungkono telah diperbaiki karena masih masa pemeliharaan.
’’Sudah selesai diperbaiki,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto