Jawa Pos Radar Magetan – Perhutani mengingatkan pendaki Gunung Lawu untuk tidak berpindah jalur.
Imbauan itu menyusul kasus dua pendaki yang sempat tersesat.
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan Mulyadi menegaskan, pelanggaran jalur menjadi penyebab utama insiden pendaki tersesat.
“Pendaki harus tetap di jalur resmi. Jangan mencari jalan pintas,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Menurut dia, medan kawasan hutan di lereng Gunung Lawu tergolong kompleks.
Kesalahan jalur tidak hanya berisiko tersesat, tetapi juga memicu potensi kecelakaan.
Perhutani bahkan membuka kemungkinan pemberian sanksi bagi pendaki yang melanggar aturan.
Penerapan sanksi diserahkan kepada masing-masing pengelola jalur pendakian.
Langkah itu diambil untuk meningkatkan disiplin pendaki.
Selain itu, pendaki diminta sigap jika menghadapi kondisi darurat.
Jika tersesat, segera menghubungi basecamp atau keluarga.
“Supaya bisa segera ditangani,” jelasnya.
Perhutani juga menekankan pentingnya persiapan sebelum mendaki.
Mulai dari kondisi fisik, logistik, hingga pemahaman jalur.
Kehati-hatian dinilai menjadi kunci utama keselamatan.
Tidak hanya di Lawu, tetapi juga di seluruh jalur pendakian.
“Keselamatan harus jadi prioritas,” tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto