Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman banjir di kawasan perkotaan Magetan menjadi perhatian serius.
Pemkab mengintensifkan monitoring drainase, terutama di titik rawan genangan.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti bersama Wakil Bupati Suyatni Priasmoro turun langsung ke Jalan Mayjen Sungkono, Jumat (10/4).
Lokasi tersebut menjadi salah satu titik rawan banjir.
Hasil monitoring menunjukkan sejumlah saluran air belum berfungsi optimal.
Penyebabnya sedimentasi dan tumpukan sampah.
Kondisi itu dinilai menjadi pemicu utama genangan saat hujan.
“Masih banyak drainase tidak berfungsi optimal, perlu segera dibenahi,” ujar Nanik, Minggu (12/4).
Selain faktor teknis, perilaku masyarakat juga menjadi sorotan.
Masih ditemukan pembuangan sampah sembarangan.
Termasuk aliran air rumah tangga yang tidak sesuai saluran.
“Masih ada yang membuang air langsung ke jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Suyatni menambahkan, Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kerja bakti.
Namun, bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Ini bagian evaluasi agar kesadaran masyarakat meningkat,” ujarnya.
Pemkab berharap penanganan drainase bisa lebih efektif.
Sekaligus menekan potensi banjir berulang.
“Tidak bisa hanya pemerintah, perlu dukungan semua pihak,” tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto