MAGETAN – Penanganan cepat dilakukan pascarobohnya gudang SDN 2 Bendo akibat hujan deras, Minggu (12/4).
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan langsung bergerak bersama BPBD dan Koramil.
Koordinasi dilakukan sejak Minggu malam setelah laporan kejadian diterima.
Langkah ini untuk memastikan penanganan berjalan cepat sekaligus meminimalkan risiko lanjutan.
’’Setelah menerima laporan, kami langsung koordinasi dengan BPBD dan Koramil untuk penanganan,’’ ujar Kabid Pendidikan Dasar Dindikpora Magetan Irawan, Senin (13/4).
Pembersihan material bangunan dilakukan keesokan harinya.
Area kejadian langsung disterilkan guna menghindari potensi bahaya.
’’Senin pagi sudah dilakukan pembersihan material bangunan,’’ jelasnya.
Irawan menegaskan, keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan.
’’Yang paling pokok adalah keselamatan anak-anak. Area langsung kami amankan,’’ imbuhnya.
Meski bangunan gudang roboh, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.
Hal ini karena lokasi gudang terpisah dari ruang kelas.
Sebagai tindak lanjut, Dindikpora terus berkoordinasi dengan BPBD sesuai mekanisme penanganan bencana.
Di sisi lain, kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Magetan masih menjadi perhatian serius.
Tercatat sekitar 171 sekolah tingkat SD hingga SMP mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat.
Penanganan dilakukan secara bertahap. Untuk kerusakan ringan ditangani oleh pihak sekolah.
Sementara kerusakan sedang dan berat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Pada 2025, perbaikan direncanakan mencakup 14 SD dan 2 SMP.
Sedangkan pada 2026 diusulkan perbaikan 25 SD dan 15 SMP.
’’Yang paling penting sarpras segera di-update agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat,’’ pungkas Irawan. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto