MAGETAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mulai melakukan verifikasi dampak bencana longsor yang terjadi pada 10 November 2025 lalu.
Langkah ini dilakukan sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah titik terdampak.
Kalaksa BPBD Magetan Eka mengatakan, verifikasi lapangan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, Kamis (16/4).
“Sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya, Minggu (19/4).
Menurut dia, hasil verifikasi akan menentukan tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan di lapangan.
Data tersebut juga akan digunakan sebagai bahan pengajuan bantuan ke BPBD Jawa Timur.
Bencana longsor sebelumnya dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Dampaknya, talud penahan jalan di ruas Desa Gonggang–Janggan, Kecamatan Poncol mengalami kerusakan.
Selain itu, dua warga juga sempat terdampak dalam kejadian tersebut.
Tim gabungan juga memverifikasi kerusakan di SDN Simbatan 1, Kecamatan Nguntoronadi.
Bagian tembok bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.
Eka menegaskan, hasil verifikasi akan menjadi acuan penanganan lanjutan.
Mulai dari pembangunan kembali talud hingga perbaikan fasilitas umum yang terdampak.
“Harapannya akses segera pulih dan masyarakat kembali aman,” jelasnya.
Kegiatan verifikasi melibatkan berbagai pihak, seperti BPBD Magetan, BPBD Jatim, DPUPR, kecamatan, pemerintah desa, hingga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora).
Koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan di lapangan.
“Supaya penanganan tepat sasaran,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto