Jawa Pos Radar Madiun - Majelis Dzikir Sholawat Kabupaten Magetan kembali mengadakan kegiatan keagamaan berskala besar sebagai upaya memperkuat tali silaturahmi dan kerukunan umat.
Acara yang dipusatkan di Masjid Ki Mageti ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kedamaian di wilayah setempat.
Kehadiran unsur TNI-Polri, ulama, serta umara dalam satu panggung menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga kerukunan umat di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, di mana ribuan jamaah memenuhi area masjid untuk mengikuti rangkaian dzikir dan istighotsah secara khidmat.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi benteng spiritual yang efektif dalam memelihara kerukunan umat sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk selalu mengedepankan persatuan.
Melalui lantunan sholawat, pesan-pesan perdamaian disampaikan secara sejuk agar stabilitas sosial di Kabupaten Magetan tetap terjaga dengan baik.
Mubaligh Nyai Mitroatin dalam tausiahnya menekankan bahwa dzikir adalah obat bagi hati yang gelisah di tengah berbagai tantangan zaman yang tidak mudah.
Baca Juga: 42 ASN Pemkab Madiun Berangkat Haji, Diminta Bantu Jemaah Lansia
“Di tengah kondisi yang penuh tantangan, kita perlu memperkuat ikhtiar batin dengan dzikir dan sholawat. Ini menjadi salah satu jalan agar kita terhindar dari berbagai musibah dan bencana,” tuturnya di hadapan jamaah.
Sekretaris Majelis Dzikir Sholawat Magetan, Wasis Eka Susila, menambahkan bahwa gerakan spiritual ini merupakan bagian dari strategi menghadapi perubahan global yang dinamis.
Pendekatan batin dianggap sangat krusial sebagai pelengkap dari kebijakan-kebijakan nyata yang diambil oleh para pemimpin daerah dalam menciptakan ketenteraman bagi warga.
Dukungan penuh dari Forkopimda dan pimpinan organisasi keagamaan memberikan sinyal positif bahwa Magetan siap menjadi percontohan wilayah yang kondusif dan damai.
Partisipasi aktif para kiai dan tokoh masyarakat dalam acara ini juga mempertegas komitmen kolektif untuk menolak segala bentuk perpecahan yang dapat merusak tatanan sosial.
Di akhir acara, penyelenggara berharap agar semangat kebersamaan ini tidak berhenti di tingkat kabupaten saja, melainkan terus menjalar hingga ke pelosok desa.
“Ini menjadi pelengkap dari ikhtiar nyata para pemimpin bangsa dalam menciptakan ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wasis. (ebo/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani