Jawa Pos Radar Magetan – Penanganan pascabanjir di kawasan perkotaan Magetan terus dikebut. Normalisasi saluran air sudah rampung, namun belum cukup.
Pemkab kini menyiapkan langkah lanjutan berupa sodetan untuk menekan debit dari hulu.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid mengatakan, penanganan jangka pendek difokuskan pada normalisasi saluran di kawasan belakang Kantor BPS hingga Kebaran, Kelurahan Tawanganom.
“Saluran yang sebelumnya sekitar dua meter kini kami lebarkan menjadi 4 sampai 5 meter,” ujarnya, kemarin (28/4).
Baca Juga: Dukung Sektor Pertanian, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Alsintan dan Gelar Festival Pamelo 2026
Pekerjaan tersebut rampung dalam waktu sekitar dua pekan. Selain pelebaran, penguatan struktur dilakukan di bagian kali selatan Jalan Tripandita yang sempat longsor.
Memasuki tahap jangka menengah, DPUPR mengusulkan pendanaan melalui belanja tidak terduga (BTT).
Fokusnya mengurangi debit air dari wilayah hulu agar tidak membebani kawasan hilir.
“Masalah utama ada di aliran dari atas. Karena itu kami siapkan penyudetan air,” jelasnya.
Baca Juga: Harga Aspal Naik, Anggaran Jalan di Magetan Ikut Berubah
Rencana sodetan mencakup aliran dari wilayah Srogo ke arah utara menuju Kali Sadon.
Selain itu, aliran dari kawasan Terung di barat Ponpes Baitul Quran Al Jahra juga akan dialihkan.
Air yang sebelumnya mengalir ke ruas Tawanganom–Turi akan diarahkan ke Kali Srogo melalui jalur utara SPBU setempat.
Skema ini diharapkan mampu menekan debit air yang masuk ke kawasan rawan genangan.
Baca Juga: Spesialis Maling Motor Sawah Dibekuk di Magetan, 3 Unit Diamankan
“Kalau aliran dari hulu bisa dikendalikan, beban di hilir akan jauh berkurang,” katanya.
Untuk jangka panjang, DPUPR menyiapkan pengaliran genangan dari kawasan Srogo–Ndoyo menuju Kali Ndoyo.
Proyek ini membutuhkan konstruksi kompleks karena perbedaan elevasi tanah.
Aliran air direncanakan menggunakan box culvert yang ditanam di bawah tanah untuk memastikan sistem tetap terkendali.
“Ini pekerjaan besar, tapi penting agar wilayah bawah lebih aman dari banjir,” tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto