Jawa Pos Radar Magetan – Intensitas bencana di Kabupaten Magetan sepanjang April tergolong tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 61 kejadian dalam satu bulan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, menyebut tanah longsor menjadi kejadian terbanyak dengan 29 kasus.
Disusul banjir luapan 16 kejadian dan cuaca ekstrem delapan kejadian.
Selain itu, tercatat tujuh kegiatan evakuasi dan pertolongan hewan serta satu evakuasi pencarian dan pertolongan manusia.
Baca Juga: Hujan 4 Jam, Poncol Magetan Dikepung Longsor di 14 Titik
“Untuk kebakaran tidak ada selama periode ini,” ujarnya, kemarin (3/5).
Dari seluruh kejadian, tercatat satu korban meninggal dunia tanpa korban luka. BPBD juga mencatat lima kejadian pohon tumbang.
Kerusakan yang ditimbulkan meliputi lima rumah, satu sekolah, dua ruas jalan, serta satu unit truk terdampak.
Sebaran kejadian tertinggi berada di Kecamatan Magetan dengan 21 kejadian, disusul Kecamatan Poncol sebanyak 19 kejadian.
Baca Juga: Toko Rani Puri Magetan Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Wilayah lain mencatat angka bervariasi.
Menurut Eka, kondisi cuaca yang fluktuatif menjadi pemicu utama bencana, terutama hidrometeorologi seperti longsor dan banjir luapan.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat penting untuk meminimalkan risiko,” pungkasnya. (ri/her)
Editor : Hengky Ristanto