Jawa Pos Radar Magetan – Keputusan pembukaan terbatas perlintasan sebidang liar di Kecamatan Barat membawa angin segar bagi warga sekitar.
Akses penghubung Desa Bogorejo dan Kelurahan Tebon yang sebelumnya ditutup kini kembali bisa digunakan, meski dengan pembatasan jam operasional.
Salah seorang warga Sumberejo, Agus Prayitno, mengaku lega karena masyarakat kembali dapat melintas melalui jalur tersebut.
“Seharusnya keputusan penutupan itu bisa menyesuaikan masyarakat juga, karena perlintasan liar kereta api ini sangat membantu akses masyarakat. Kalau ditutup, pengendara motor dan sepeda harus memutar jauh,” ungkapnya, Kamis (7/5).
Menurut dia, selama ini perlintasan tersebut sebenarnya telah dijaga secara swadaya oleh warga dari dua arah sehingga dinilai cukup aman digunakan.
“Perlintasan ini meskipun liar tapi sudah ada dua penjaga setiap hari dari dua arah. Seharusnya tidak ditutup dan dibuka saja. Sejauh ini juga belum ada kecelakaan dan aman-aman saja,” tambahnya.
Ketua BPD Bogorejo, Mardikun, menyampaikan sebagian besar warga berharap akses tersebut tetap dibuka meski dengan aturan tertentu.
“Intinya warga ingin diberi jalan untuk melintas ke lokasi lahan pertanian dan makam,” katanya.
Sebelumnya, perlintasan di timur Stasiun Magetan itu biasa digunakan warga mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Namun, warga menyatakan siap mengikuti aturan baru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun yang membatasi operasional hanya sampai pukul 17.00 WIB.
“Kalau dari PT KAI meminta hanya dibuka pukul 06.00 sampai 17.00 maka kami juga menerima. Yang penting masyarakat Dusun Gombel, Desa Bogorejo, bisa setiap hari ke sawah melalui akses itu,” jelasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto