Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mayoritas Warga Magetan Jadi Buruh dan Pegawai, Sektor Formal Masih Dominan

Aprilita Sari • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:55 WIB
Mayoritas warga Magetan bekerja sebagai buruh, pegawai dan pengrajin yang menjadi penopang aktivitas ekonomi daerah. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN
Mayoritas warga Magetan bekerja sebagai buruh, pegawai dan pengrajin yang menjadi penopang aktivitas ekonomi daerah. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Struktur ketenagakerjaan di Kabupaten Magetan masih didominasi sektor formal.

Kelompok buruh, karyawan, dan pegawai tercatat menjadi penopang terbesar aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025, dari total 401.752 penduduk usia kerja yang bekerja, sebanyak 124.980 orang atau sekitar 31 persen berstatus sebagai buruh, karyawan maupun pegawai.

Kepala Badan Pusat Statistik, Mohamad Samsodin, mengatakan angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kategori pekerjaan lain.

“Data ini menunjukkan bahwa sektor pekerjaan formal masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat di Magetan,” ujarnya, Minggu (10/5).

Selain kelompok buruh dan pegawai, pelaku usaha mandiri juga tercatat cukup besar dengan persentase 21,6 persen. Kemudian disusul pekerja keluarga sebesar 15,9 persen.

Sementara pekerja yang berusaha dengan bantuan buruh tidak tetap atau tenaga tidak dibayar mencapai 18,5 persen. Adapun pekerja bebas tercatat sebesar 8,7 persen.

Kategori paling kecil berasal dari kelompok usaha yang dibantu buruh tetap atau pekerja dibayar dengan persentase sekitar 4,1 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, jumlah pekerja laki-laki masih lebih dominan dibanding perempuan.

Tercatat ada 76.586 pekerja laki-laki, sedangkan pekerja perempuan mencapai 48.394 orang.

Meski demikian, Samsodin menilai keterlibatan perempuan dalam dunia kerja terus menunjukkan tren peningkatan.

“Peran perempuan dalam dunia kerja juga cukup besar dan terus meningkat,” katanya.

Menurut dia, data Sakernas tersebut dapat menjadi dasar pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.

“Dengan memahami komposisi status pekerjaan, diharapkan program pembangunan ekonomi dapat lebih terarah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Sakernas 2025 #tenaga kerja #magetan #pekerja formal #BPS Magetan