Jawa Pos Radar Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan mulai menjadi penopang peternak ayam petelur di tengah anjloknya harga telur di pasaran.
Penggunaan menu berbahan telur di dapur MBG dipastikan ditambah untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak lokal.
Kebijakan tersebut diputuskan setelah Satgas MBG Magetan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Kamis (7/5).
Ketua Satgas MBG Magetan Welly Kristanto mengatakan penambahan menu telur dilakukan sebagai respons terhadap kondisi peternak ayam petelur yang tertekan akibat rendahnya harga jual dan tingginya biaya produksi.
“Pada rapat tersebut saya minta untuk menu berbahan telur ditambah frekuensi,” ujarnya, kemarin (10/5).
Menurut dia, BGN menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur memperkuat penggunaan menu berbahan telur dalam program MBG.
Khusus di Magetan, penggunaan telur dalam menu MBG kini disepakati naik menjadi tiga kali dalam sepekan.
Sebelumnya, menu telur hanya diberikan dua kali setiap minggu.
“Tambah satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu untuk penggunaan menu telur,” kata mantan Kepala Dinas Perhubungan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Magetan Saif Muchlissun memastikan seluruh pasokan telur untuk program MBG berasal dari peternak lokal.
Menurut dia, program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diarahkan mendukung perputaran ekonomi warga dan menjaga keberlangsungan usaha peternak.
“Untuk Magetan sudah sepakat dengan korwil BGN tiga kali seminggu,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto