Jawa Pos Radar Magetan – Pemeriksaan kesehatan hewan kurban mulai digencarkan menjelang Idul Adha.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menyebar petugas kesehatan hewan ke pasar ternak hingga titik penjualan sapi dan kambing.
Langkah tersebut dilakukan di tengah populasi sapi di Magetan yang belum pulih pascawabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Petugas bidang keswan, baik medik maupun paramedik, sudah menyebar untuk persiapan kurban,” ujar Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani, Kamis (14/5).
Menurut dia, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak sekaligus memantau ketersediaan stok hewan kurban di Magetan.
Setiap ternak yang dinyatakan sehat nantinya akan diberikan surat keterangan kesehatan hewan sebagai jaminan keamanan bagi masyarakat.
“Yang pasti dari sisi kesehatan lolos sehingga ternak itu bisa dikeluarkan surat sehatnya,” katanya.
Namun, Disnakkan mengakui populasi sapi di Magetan masih mengalami penurunan cukup signifikan setelah dihantam PMK.
Saat ini populasi sapi potong diperkirakan tinggal sekitar 69 ribu ekor. Sedangkan sapi perah hanya tersisa sekitar 500 ekor.
“Untuk jumlah ternak sapi saat ini merosot cukup jauh,” ungkap Nur.
Meski begitu, pihaknya memastikan stok ternak masih mencukupi kebutuhan masyarakat selama Idul Adha.
Penurunan populasi ternak mulai berdampak terhadap kenaikan harga sapi potong di pasaran.
Selain populasi yang belum pulih, peternak juga kesulitan mendapatkan bakalan sapi.
“Peternak mencari bakalan saat ini juga susah, jadi harga memang naik,” jelasnya.
Sementara itu, harga kambing dan domba diperkirakan ikut mengalami kenaikan menjelang Idul Adha setelah sebelumnya sempat anjlok cukup dalam.
“Kalau kambing dan domba kemungkinan mulai terdongkrak saat Idul Adha,” tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto