Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Usia 59 Tahun, Bulog Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga Beras di Magetan

Aprilita Sari • Senin, 18 Mei 2026 | 07:30 WIB
KETAHANAN PANGAN: Bulog memastikan stok beras dan kebutuhan pangan di wilayah Ponorogo dan Magetan tetap aman hingga akhir 2026. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN
KETAHANAN PANGAN: Bulog memastikan stok beras dan kebutuhan pangan di wilayah Ponorogo dan Magetan tetap aman hingga akhir 2026. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Perum Bulog terus memperkuat perannya menjaga ketahanan pangan nasional.

Di usia ke-59 tahun, Bulog memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.

Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, Bulog memiliki tugas penting menjaga pasokan dan stabilisasi harga pangan, khususnya beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

“Peran Bulog bukan hanya menyimpan stok, tetapi menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga,” ujarnya, kemarin (17/5).

Menurut dia, saat musim panen raya Bulog melakukan penyerapan gabah maupun beras petani untuk menjaga harga tetap stabil di tingkat petani.

Langkah tersebut dilakukan agar harga gabah tidak jatuh saat produksi melimpah.

Sebaliknya, ketika harga mulai naik di pasaran, Bulog melakukan intervensi melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Cadangan pangan ini penting sebagai alat intervensi ketika terjadi kenaikan harga,” katanya.

Untuk wilayah kerja Bulog Ponorogo, stok beras saat ini mencapai sekitar 76 ribu ton.

Sedangkan khusus wilayah Kabupaten Magetan tersedia sekitar 5.000 ton beras.

Jumlah tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Selain menjaga stok dan harga beras, Bulog juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan beras premium bagi sejumlah pondok pesantren di Magetan.

Hingga Februari 2026, terdapat lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pondok pesantren yang menerima pasokan beras dari Bulog.

Bulog juga aktif menyalurkan MinyaKita untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran.

Sejak pertengahan Januari 2026, distribusi MinyaKita di wilayah Magetan telah mencapai sekitar 25 ribu liter.

Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), ritel modern, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).

“Harapan kami masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan pangan,” tandasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#bulog magetan #minyakita magetan #ketahanan pangan #magetan #stok beras bulog