Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ketimpangan Gender di Magetan Naik, Partisipasi Kerja Perempuan Jadi Sorotan

Aprilita Sari • Senin, 18 Mei 2026 | 10:00 WIB
KESETARAAN GENDER: BPS mencatat Indeks Ketimpangan Gender Kabupaten Magetan tahun 2025 meningkat dibanding tahun sebelumnya. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MADIUJ
KESETARAAN GENDER: BPS mencatat Indeks Ketimpangan Gender Kabupaten Magetan tahun 2025 meningkat dibanding tahun sebelumnya. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Magetan – Ketimpangan gender masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Magetan.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Magetan mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 naik menjadi 0,182 atau meningkat 0,004 poin dibanding tahun sebelumnya sebesar 0,178.

Kepala BPS Magetan Mohamad Samsodin mengatakan, kenaikan IKG menunjukkan masih adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di sejumlah sektor pembangunan.

“Nilai IKG yang semakin rendah menunjukkan kondisi kesetaraan gender yang semakin baik,” ujarnya, Senin (18/5).

Menurut Samsodin, IKG dihitung berdasarkan tiga dimensi utama.

Yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.

Pada dimensi pemberdayaan, keterwakilan perempuan di legislatif masih jauh tertinggal dibanding laki-laki.

Persentase anggota legislatif perempuan hanya 13,33 persen.

Sedangkan laki-laki mencapai 86,67 persen.

Kesenjangan juga terlihat pada tingkat pendidikan penduduk minimal lulusan SMA.

Persentase perempuan tercatat 35,70 persen, sementara laki-laki mencapai 42,07 persen.

Sementara pada sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan hanya 65,11 persen.

Angka tersebut terpaut cukup jauh dibanding laki-laki yang mencapai 84,78 persen.

Di sisi lain, pada dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan pertama kali sebelum usia 20 tahun tercatat sebesar 0,135.

Meski demikian, BPS mencatat tidak ada perempuan yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan.

Samsodin menyebut tren IKG Magetan sebenarnya sempat membaik dibanding periode 2020–2021.

Namun kenaikan tahun ini menjadi sinyal bahwa penguatan kesetaraan gender masih perlu terus didorong.

“Perlu sinergi berbagai pihak agar kesetaraan gender di pendidikan, ekonomi, maupun pengambilan keputusan terus meningkat,” tandasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#IKG Magetan #kesetaraan gender #magetan #ketimpangan gender #BPS Magetan