Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Wisata Sarangan Diserbu Saat Long Weekend, Tingkat Hunian Hotel Magetan Melonjak

Aprilita Sari • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:56 WIB
Deretan hotel di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, mengalami lonjakan okupansi selama momentum libur panjang Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi 2026. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN
Deretan hotel di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, mengalami lonjakan okupansi selama momentum libur panjang Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi 2026. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Momentum libur panjang Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Magetan.

Tingkat hunian hotel di wilayah tersebut melonjak tajam sepanjang Maret 2026, terutama di kawasan wisata Telaga Sarangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Maret 2026 mencapai 13,22 persen. Angka itu meningkat 3,90 poin persen dibanding Februari 2026.

Kepala BPS Magetan Mohamad Samsodin mengatakan, kenaikan okupansi hotel dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang Lebaran dan Nyepi.

“Peningkatan TPK ini diduga dipengaruhi momentum libur panjang Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi,” ujarnya, Kamis (21/5).

Menurut Samsodin, masyarakat memanfaatkan momen libur untuk mudik, bersilaturahmi, hingga berwisata bersama keluarga.

Dampaknya, hotel-hotel di kawasan wisata Magetan mengalami peningkatan jumlah tamu secara signifikan.

Kawasan Telaga Sarangan menjadi titik utama lonjakan okupansi hotel.

Destinasi wisata andalan Magetan itu memang selalu menjadi magnet wisatawan saat musim liburan tiba.

Tak hanya meningkat dibanding bulan sebelumnya, tingkat hunian hotel di Magetan juga melonjak drastis secara tahunan.

Pada Maret 2025, TPK hotel tercatat hanya 4,28 persen. Kini angka tersebut naik hampir tiga kali lipat menjadi 13,22 persen.

“Kondisi ini menunjukkan sektor perhotelan mulai menggeliat,” katanya.

Selain okupansi hotel, rata-rata lama menginap tamu hotel juga mengalami peningkatan.

BPS mencatat rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,02 hari atau sekitar satu hingga dua hari.

Menurut Samsodin, semakin lama wisatawan tinggal di Magetan maka dampak ekonomi yang dirasakan sektor jasa, kuliner, hingga pariwisata juga semakin besar.

“RLMT menjadi indikator aktivitas sektor pariwisata dan perhotelan di daerah,” pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#wisata magetan #magetan #okupansi hotel Magetan #hotel sarangan #telaga sarangan