Jawa Pos Radar Magetan – Terpilihnya sapi asal Genilangit sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan (banmas) Presiden RI untuk Iduladha 2026 membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga Edi Juwantoro.
Di balik sosok sapi raksasa bernama Zipo tersebut, terdapat peran dua peternak muda, yakni Ridho Rahmadani, 21, dan kakaknya, Rizal Khoirurohim, 27.
Ridho yang mulai merawat sapi sejak duduk di bangku kelas VIII MTs menceritakan dedikasinya dalam membesarkan Zipo.
“Zipo salah satu sapi yang dipelihara sejak usia sekitar empat bulan pada pertengahan 2023 lalu,” ujar Ridho, kemarin (24/5).
Untuk menghasilkan sapi dengan bobot besar dan postur sehat, Ridho menerapkan pola perawatan disiplin.
Dia tidak hanya memperhatikan pakan, tetapi juga menjaga manajemen kandang secara rutin.
Zipo diberi pakan rumput segar, konsentrat, parutan singkong, hingga jagung giling.
Asupan air minum juga dijaga agar sapi tetap terhidrasi dengan baik.
“Sanitasi juga diperhatikan dengan baik. Kami rutin membersihkan kandang dan memandikan sapi,” jelasnya.
Kabar bahwa Zipo terpilih sebagai hewan kurban Presiden diterima keluarga pada Jumat (22/5).
Ridho mengaku perasaannya campur aduk antara bangga dan haru.
“Bangga karena sapi kami dipilih presiden. Tapi juga ada rasa haru karena Zipo sudah lama saya rawat dari kecil. Namun ya itu hal yang biasa bagi peternak saat sapinya laku terjual,” jelas Ridho. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto