Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan ingin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Karena itu, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didorong memaksimalkan penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, koperasi, serta pelaku usaha lokal.
“Magetan memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan MBG karena hampir seluruh komoditas pangan tersedia,” ujar Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti saat mendampingi kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang, Senin (1/6).
Menurut Bupati, saat ini Magetan memiliki 71 SPPG yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan MBG.
Namun, sebanyak 12 SPPG masih berstatus suspend sehingga baru 59 dapur yang beroperasi.
Meski demikian, pemerintah daerah optimistis kebutuhan bahan baku program MBG dapat dipenuhi dari potensi pangan lokal yang melimpah.
Data Pemkab Magetan menunjukkan produksi beras daerah mencapai 127.227 ton per tahun.
Jumlah tersebut jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 56 ribu ton per tahun.
Hal serupa terjadi pada komoditas telur. Produksi telur Magetan mencapai 25.600 ton per tahun, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 11.190 ton per tahun.
Tak hanya itu, produksi sayuran juga dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan program MBG, bahkan memiliki potensi memasok kebutuhan daerah lain.
Bupati menilai pemanfaatan produk lokal akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Selain menjamin ketersediaan pasokan bahan baku, langkah tersebut juga membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
Karena itu, pemkab berharap seluruh pengelola SPPG dapat membangun kemitraan langsung dengan kelompok tani, peternak, koperasi, hingga pelaku UMKM lokal.
Dengan pola tersebut, manfaat program MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan usaha pangan.
“Jika penggunaan bahan pangan lokal bisa optimal, selain menjaga stabilitas harga dan pasokan, juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat secara luas,” tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto