Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lanud Iswahjudi Magetan Gelar Sikatan Daya 2026, Uji Kesiapan Hadapi Serangan Udara

Aprilita Sari • Kamis, 4 Juni 2026 | 19:30 WIB
Personel Lanud Iswahjudi mengikuti latihan Sikatan Daya 2026 di Apron Selatan Lanud Iswahjudi, Maospati. FOTO: PENLANUD ISWAHJUDI
Personel Lanud Iswahjudi mengikuti latihan Sikatan Daya 2026 di Apron Selatan Lanud Iswahjudi, Maospati. FOTO: PENLANUD ISWAHJUDI

Jawa Pos Radar Magetan – Lanud Iswahjudi menggelar Latihan Kesiapsiagaan II Kodau II bertajuk Sikatan Daya 2026 untuk menguji kemampuan personel menghadapi ancaman serangan udara dan situasi darurat di lingkungan pangkalan.

Latihan yang berlangsung di area Apron Selatan Lanud Iswahjudi, Maospati, itu diawali dengan simulasi masuknya informasi intelijen terkait ancaman serangan pesawat musuh.

Informasi tersebut diterima oleh Ruang Operasi (Ruops) Lanud Iswahjudi dan langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur pertahanan pangkalan.

Menanggapi situasi tersebut, Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo memerintahkan pengaktifan sistem pertahanan udara secara menyeluruh sebagai bagian dari skenario latihan.

Instruksi itu segera diteruskan ke berbagai unsur pendukung.

Petugas Tower Air Traffic Control (ATC) kemudian membunyikan sirine bahaya udara sebagai tanda peringatan kepada seluruh personel agar segera bersiap menghadapi ancaman.

Bunyi sirine menjadi penanda dimulainya tahapan respons darurat yang melibatkan berbagai satuan dan perangkat pertahanan di lingkungan pangkalan udara.

Dalam simulasi tersebut, personel juga mengoperasikan sistem pertahanan udara berupa Anti Aircraft Artillery (AAA) Oerlikon untuk menghadapi sasaran udara yang digambarkan sebagai pesawat musuh.

"Personel kemudian mengoperasikan Anti Aircraft Artillery (AAA) Oerlikon untuk menindak sasaran udara yang disimulasikan sebagai pesawat musuh," terang Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, Kamis (4/6).

Menurut Danlanud, latihan tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur mampu menjalankan tugas secara cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi ancaman nyata terhadap keamanan pangkalan.

Ia menegaskan bahwa kemampuan mempertahankan sekaligus memulihkan fungsi pangkalan udara menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasi pertahanan udara.

"Setiap unsur harus mampu bergerak cepat, terkoordinasi, dan efektif sehingga dukungan terhadap operasi udara dapat berlangsung tanpa hambatan meskipun menghadapi situasi darurat," pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#Sikatan Daya 2026 #Pertahanan Udara #TNI AU #magetan #Lanud Iswahjudi