Jawa Pos Radar Magetan – Lanud Iswahjudi kembali mengasah kesiapan personelnya dalam menghadapi kondisi darurat penerbangan militer.
Salah satunya melalui simulasi misi udara Search and Rescue (SAR) yang digelar dalam rangka Latihan Kesiapsiagaan II Kodau II Sikatan Daya Tahun 2026.
Latihan yang berlangsung di Lanud Iswahjudi tersebut dirancang untuk menguji kecepatan respons, koordinasi, dan ketepatan prosedur seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan udara.
Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo mengatakan, latihan SAR menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan satuan menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat yang dapat terjadi selama operasi penerbangan militer.
“Latihan ini dirancang untuk mengukur kecepatan respons dan ketepatan prosedur pasukan,” terangnya, Sabtu (6/6).
Menurut dia, simulasi tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga sarana evaluasi efektivitas sistem penyelamatan yang dimiliki Lanud Iswahjudi.
Dengan skenario yang mendekati kondisi nyata, seluruh personel dituntut mampu bertindak cepat dan tepat sesuai prosedur yang berlaku.
Kesiapan berbagai unsur pendukung turut menjadi fokus dalam latihan tersebut.
Mulai dari unsur penerbangan, tim SAR, Pasukan Gerak Cepat (Pasgat), hingga tenaga kesehatan dilibatkan untuk memastikan koordinasi berjalan optimal saat operasi penyelamatan berlangsung.
“Dengan kesiapan yang terjaga, keselamatan penerbang dan keberhasilan pelaksanaan operasi udara dapat terus didukung secara maksimal,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto