Jawa Pos Radar Magetan – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya mereda meski musim kemarau mulai berlangsung.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat puluhan warga masih terjangkit penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut sepanjang tahun ini.
Data Dinkes Magetan menunjukkan terdapat 44 kasus DBD selama periode Januari hingga Mei 2026.
Meski jumlahnya cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengabaikan upaya pencegahan.
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo menjelaskan, kasus DBD pada Januari tercatat sebanyak 13 kasus.
Angka tersebut kemudian turun menjadi enam kasus pada Februari.
Memasuki Maret, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 11 kasus sebelum turun menjadi tujuh kasus pada April dan bertahan di angka yang sama pada Mei.
“Untuk DBD sejak Maret sampai Mei alhamdulillah cenderung menurun,” ujarnya, Minggu (7/6).
Menurut Agoes, secara umum kondisi penyakit menular di Kabupaten Magetan masih terkendali.
Hingga awal Juni, belum ditemukan lonjakan kasus yang signifikan baik untuk DBD maupun penyakit menular lainnya.
Meski demikian, Dinkes tetap mewaspadai potensi gangguan kesehatan yang biasa muncul saat musim kemarau.
Salah satunya adalah penyakit saluran pernapasan akibat kondisi udara yang lebih kering.
“Tren penyakit saat ini masih aman, belum ada yang meningkat signifikan,” katanya.
Agoes menegaskan, masyarakat tidak boleh lengah meskipun kasus DBD menunjukkan tren penurunan.
Sebab, nyamuk penyebab DBD masih dapat berkembang biak di lingkungan yang memiliki genangan air dan sanitasi kurang baik.
Karena itu, Dinkes terus mengimbau warga untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Langkah sederhana seperti menguras tempat penampungan air, membersihkan saluran air, mengelola sampah dengan baik, serta menghilangkan genangan air dinilai menjadi cara paling efektif untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, masyarakat juga diajak aktif mendukung program Indonesia Asri yang rutin digelar Pemkab Magetan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada genangan air dan sampah yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto