Jawa Pos Radar Magetan - Sumber air yang dulu hanya dimanfaatkan warga kini berubah menjadi magnet wisata baru di Magetan.
Wisata Sgodean di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, mulai dibanjiri pengunjung berkat kolam renang yang memanfaatkan mata air alami tanpa campuran kaporit.
Destinasi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bakti Ngiliran itu kini menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Direktur BUMDes Karya Bakti Ngiliran Joko Wahyu Nugroho mengatakan, kawasan tersebut awalnya hanya berupa sumber mata air yang digunakan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.
Melihat potensi alam yang dimiliki, pemerintah desa bersama masyarakat kemudian berinisiatif menatanya menjadi kawasan wisata yang mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga.
’’Dulu hanya sumber air biasa. Karena potensinya bagus, akhirnya kami tata bersama menjadi tempat wisata,’’ ujarnya, Senin (8/6).
Menurut Joko, keunggulan utama Sgodean terletak pada kualitas air yang berasal langsung dari mata air alami.
Air yang jernih dan segar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan yang masih asri.
Pengelola menyediakan kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, serta dilengkapi resto dan kafe untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Untuk menjaga kualitas air, kolam dikuras setiap hari.
Selain itu, kawasan wisata juga rutin dibersihkan agar tetap nyaman dan sehat bagi wisatawan.
’’Sebagian besar pengunjung justru datang dari luar desa bahkan luar Magetan karena tertarik dengan kejernihan airnya,’’ katanya.
Perkembangan wisata tersebut mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Produk-produk UMKM lokal kini dipasarkan di area wisata dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
Ke depan, pengelola berencana menambah sentra oleh-oleh serta paket wisata berbasis potensi desa guna memperpanjang lama kunjungan wisatawan.
Saat akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung tercatat mencapai ratusan orang.
Dengan tarif masuk Rp 5 ribu pada hari biasa dan Rp 7 ribu saat akhir pekan, pengelola menargetkan kunjungan hingga 400 wisatawan setiap musim liburan.
Lonjakan pengunjung juga membuat pengelola mulai memperluas fasilitas pendukung.
Salah satunya dengan menyiapkan area parkir baru di sisi selatan kawasan wisata.
’’Tujuan kami bukan hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,’’ tegas Joko. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto