Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Panen Tembakau Dimulai, Pemkab Magetan Pastikan Stok Benih Rejeb Parang Aman

Aprilita Sari • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:30 WIB
PANEN DIMULAI: Petani tembakau di lereng Gunung Lawu mulai memasuki masa panen. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN
PANEN DIMULAI: Petani tembakau di lereng Gunung Lawu mulai memasuki masa panen. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan - Musim panen tembakau mulai bergulir di kawasan lereng Gunung Lawu.

Saat petani mulai memetik hasil tanamannya, Pemkab Magetan memastikan ketersediaan benih tetap aman untuk menjaga keberlanjutan produksi komoditas unggulan tersebut.

Kepastian itu disampaikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan di tengah mulai berlangsungnya panen awal di sejumlah sentra tembakau.

Pengendali UPT Perkebunan DTPHP Magetan Bambang Utomo mengatakan, stok benih varietas Rejeb Parang yang menjadi andalan petani Magetan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani.

“Varietas yang kami siapkan tetap Rejeb Parang karena sudah terbukti unggul dan memiliki pasar yang jelas,” ujarnya kemarin (8/6).

Saat ini, benih yang tersimpan mencapai sekitar 250 gram dan siap disalurkan sesuai kebutuhan petani.

Menurut Bambang, jumlah tersebut masih tergolong aman karena kebutuhan benih tembakau relatif kecil.

Dalam satu hektare lahan, kebutuhan benih hanya sekitar lima gram.

Karena itu, stok yang tersedia diperkirakan masih mampu menopang kebutuhan pengembangan tanaman tembakau ke depan.

“Pemkab juga rutin melakukan pengadaan benih setiap tahun untuk menjaga pasokan,” katanya.

Varietas Rejeb Parang selama ini menjadi primadona petani di Kecamatan Parang.

Tembakau tersebut dikenal memiliki karakter rajangan khas dan memiliki pasar yang cukup kuat.

Sementara itu, petani di wilayah Panekan, Plaosan, Poncol, Takeran, hingga Lembeyan lebih banyak mengembangkan varietas lain secara mandiri maupun melalui pola kemitraan dengan perusahaan.

Di lapangan, sebagian petani bahkan telah memulai panen awal.

Namun, cuaca masih menjadi faktor yang paling diwaspadai menjelang puncak panen raya.

DTPHP memperkirakan panen raya tembakau Magetan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang.

Pada periode tersebut, kestabilan cuaca akan sangat menentukan kualitas hasil panen.

“Kalau saat panen masih turun hujan, proses penjemuran harus diantisipasi dengan penutup plastik agar kualitas tembakau tetap terjaga,” tegas Bambang. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Tembakau Magetan #Rejeb Parang #petani tembakau #DTPHP Magetan #panen tembakau