Jawa Pos Radar Magetan - Penataan Stadion Yosonegoro akhirnya bergerak ke tahap paling krusial.
Pemkab Magetan memastikan 13 kios permanen di kawasan stadion akan direlokasi paling cepat pertengahan Juni ini demi membuka jalan bagi proyek revitalisasi dan pembangunan jogging track yang selama ini tertunda.
Langkah tersebut menjadi penentu dimulainya pekerjaan fisik yang telah lama direncanakan pemerintah daerah.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Kiki Indriyani mengatakan seluruh kebutuhan relokasi telah disiapkan.
Pemerintah kini tinggal menyampaikan mekanisme pemindahan kepada para pedagang yang terdampak.
“Sebanyak 13 bidak di kawasan Stadion Yosonegoro sudah kami siapkan untuk dipindahkan. Paling cepat pertengahan Juni ini direlokasi,” ujarnya, Selasa (9/6).
Relokasi hanya berlaku bagi pedagang yang menempati bangunan permanen.
Sementara pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar stadion tidak masuk dalam skema relokasi karena menempati area yang tidak sesuai peruntukan.
Pemkab telah menyiapkan lokasi pengganti di kawasan Pasar Sayur Magetan.
Bangunan dan fasilitas penunjang disebut telah selesai dibangun dan siap digunakan sebagai tempat usaha baru para pedagang.
“Tempat relokasi sudah siap di Pasar Sayur. Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan mekanisme pemindahannya,” katanya.
Sterilisasi kawasan stadion menjadi syarat utama sebelum proyek penataan dapat dimulai.
Setelah area bersih dari bangunan pedagang, pemerintah akan mempercepat proses pengadaan hingga pekerjaan fisik.
Revitalisasi Stadion Yosonegoro tidak hanya mencakup pembangunan jogging track.
Kawasan tersebut juga akan ditata menjadi ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.
Keberadaan fasilitas olahraga baru diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat beraktivitas fisik sekaligus menjadikan stadion sebagai pusat kegiatan olahraga dan rekreasi warga.
“Kehadiran jogging track diharapkan menjadi wajah baru Stadion Yosonegoro sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga,” pungkas Kiki. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto