Jawa Pos Radar Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.
Salah satunya melalui pelatihan penyelamatan di perairan atau water rescue yang menyasar kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut digelar di aliran Sungai Pleret yang berada di wilayah Desa Mrahu, Kecamatan Kartoharjo.
Puluhan siswa SMPN 1 Maospati mengikuti pelatihan yang memadukan teori dan praktik lapangan sebagai bekal menghadapi kondisi darurat di lingkungan perairan.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan wilayah perairan.
“Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai penanganan keadaan darurat di lingkungan perairan sekaligus praktik langsung di lapangan,” ujarnya.
Menurut Eka, pelatihan terlaksana melalui kolaborasi antara BPBD Magetan, Pemerintah Desa Mrahu, dan SMPN 1 Maospati.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas edukasi kebencanaan kepada generasi muda.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan berbagai teknik dasar penyelamatan di air, prosedur evakuasi korban, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat di sungai maupun perairan lainnya.
Tidak hanya praktik penyelamatan, para siswa juga mendapatkan materi mitigasi bencana dan pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka diajak memahami risiko yang dapat terjadi di lingkungan sekitar sekaligus cara mengurangi dampaknya.
Selain itu, BPBD menanamkan prinsip safety first atau keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas.
Pemahaman tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih tanggap dan peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan.
“Pelibatan generasi muda, seperti para pelajar SMPN 1 Maospati ini, adalah langkah yang sangat strategis,” papar Eka.
BPBD Magetan berharap para peserta tidak hanya menjadi individu yang siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dengan pengetahuan yang diperoleh, para siswa diharapkan dapat menyebarluaskan budaya kesiapsiagaan kepada keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.
Melalui program edukasi berkelanjutan seperti ini, BPBD Magetan menargetkan terciptanya masyarakat yang lebih sadar risiko bencana sekaligus memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat secara mandiri. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto