Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Disperindag Magetan Kenalkan Produk IKM Lokal di Festival Bambu 2026

Aprilita Sari • Senin, 15 Juni 2026 | 02:30 WIB
PROMOSI PRODUK LOKAL: Pengunjung melihat produk industri kecil menengah (IKM) binaan Disperindag Magetan yang dipamerkan dalam Festival Bambu Chapter 3 Magetan Djadoel 2026 di GOR Ki Mageti. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
PROMOSI PRODUK LOKAL: Pengunjung melihat produk industri kecil menengah (IKM) binaan Disperindag Magetan yang dipamerkan dalam Festival Bambu Chapter 3 Magetan Djadoel 2026 di GOR Ki Mageti. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Festival Bambu Chapter 3 Magetan Djadoel 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan budaya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan turut memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan industri kecil menengah (IKM) kepada masyarakat.

Berbagai produk kreatif khas Magetan dipamerkan selama festival yang berlangsung pada 12–21 Juni 2026.

Mulai dari batik bermotif bambu hingga aneka kerajinan kulit hasil karya pelaku IKM lokal.

Kepala Disperindag Magetan Sucipto mengatakan, keikutsertaan IKM dalam Festival Bambu menjadi strategi promosi yang efektif di tengah persaingan pemasaran digital yang semakin ketat.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Magetan melalui DLHP yang telah mengadakan acara ini. Produk-produk binaan kami dari IKM juga dapat ikut ditampilkan dalam festival ini,” ujarnya, Minggu (14/6).

Menurut Sucipto, pameran secara langsung masih memiliki nilai lebih dibanding promosi digital semata.

Sebab, masyarakat dapat melihat kualitas produk secara nyata sekaligus berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha.

“Persaingan di dunia media sosial sangat besar. Melalui kegiatan seperti ini masyarakat bisa melihat langsung produknya,” katanya.

Disperindag sengaja memfokuskan pameran pada produk industri kreatif yang memiliki nilai tambah dan identitas khas daerah.

Karena itu, produk makanan dan minuman tidak menjadi bagian dari pameran yang digelar di area festival.

“Produk yang kami tampilkan memang berkaitan dengan tema bambu, seperti batik bermotif bambu dan beberapa kerajinan kulit,” jelasnya.

Menariknya, para perajin dilibatkan langsung untuk menjaga stan pameran.

Pengunjung tidak hanya bisa melihat hasil karya yang dipamerkan, tetapi juga memperoleh informasi mengenai proses produksi, bahan baku, hingga keunggulan masing-masing produk dari pembuatnya secara langsung.

Menurut Sucipto, konsep tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang potensi industri kreatif yang berkembang di Magetan.

“Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil karya perajin Magetan,” tandasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#IKM Magetan #Batik Motif Bambu #Disperindag Magetan #kerajinan kulit magetan #Festival Bambu Magetan