Jawa Pos Radar Magetan – Lonjakan pendaki Gunung Lawu menjelang malam 1 Suro belum terlihat signifikan.
Hingga kemarin (15/6) sore, jumlah pendaki yang masuk melalui jalur Cemoro Sewu masih berada di bawah angka 500 orang.
Meski demikian, petugas gabungan tetap meningkatkan pengawasan di kawasan pendakian untuk mengantisipasi potensi membludaknya jumlah pendaki dan peziarah pada malam pergantian tahun Jawa tersebut.
Asper BKPH Lawu Selatan Mulyadi mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, malam 1 Suro selalu menjadi momentum meningkatnya aktivitas pendakian maupun ritual spiritual di kawasan Gunung Lawu.
“Kalau sampai Senin sore ini jumlah pendaki belum sampai 500 orang,” ujarnya.
Data Pos Pendakian Cemoro Sewu mencatat sebanyak 208 pendaki masuk pada periode pukul 01.00 hingga 07.00.
Sementara hingga pukul 16.30 WIB, total pendaki yang tercatat baru mencapai sekitar 298 orang.
Jumlah tersebut masih jauh di bawah catatan tahun sebelumnya.
Pada momentum malam 1 Suro tahun lalu, jumlah pendaki yang masuk melalui jalur Cemoro Sewu mencapai sekitar 1.500 orang dalam sehari semalam.
Menurut Mulyadi, belum dapat dipastikan apakah lonjakan kunjungan akan terjadi pada malam hari atau justru bergeser ke jalur pendakian lain menuju puncak Gunung Lawu.
Karena itu, pengawasan tetap diperketat, terutama terhadap aktivitas pendaki ritual yang berpotensi melanggar aturan kawasan konservasi.
Petugas akan melakukan penertiban apabila ditemukan penggunaan jalur terlarang maupun aktivitas yang berisiko membahayakan keselamatan pendaki dan kelestarian hutan.
“Petugas akan melakukan penertiban apabila ditemukan pelanggaran aturan,” tegasnya.
Selain pengawasan jalur, pemeriksaan logistik dan barang bawaan juga diperketat.
Seluruh perlengkapan pendaki, khususnya bahan makanan dan minuman, didata saat registrasi dan akan dicocokkan kembali ketika turun dari gunung.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi sampah yang ditinggalkan di sepanjang jalur pendakian maupun kawasan puncak.
Di sisi lain, petugas mengingatkan para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan secara maksimal.
Sebab, suhu udara di kawasan Gunung Lawu mulai mengalami penurunan seiring masuknya musim kemarau.
Berdasarkan catatan petugas, suhu udara di kawasan pendakian sempat menyentuh angka 9 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mengingatkan pendaki untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai karena suhu cukup dingin. Keselamatan pendaki dan kelestarian hutan tetap menjadi prioritas utama,” tandas Mulyadi. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto