Jawa Pos Radar Magetan – Tradisi malam 1 Suro yang selama ini identik dengan membludaknya pendaki Gunung Lawu tahun ini berlangsung lebih sepi.
Jumlah pendaki yang masuk melalui jalur Cemoro Sewu tidak mengalami lonjakan signifikan dan bahkan masih jauh di bawah capaian tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Pos Pendakian Cemoro Sewu, jumlah pendaki pada Sabtu (13/6) tercatat 395 orang.
Sehari berikutnya atau Minggu (14/6) sebanyak 394 orang.
Sementara pada Senin (15/6) menjelang malam 1 Suro jumlah pendaki mencapai 418 orang.
Adapun pada Selasa (16/6) pagi yang bertepatan dengan 1 Suro 1448 Hijriah tercatat sebanyak 235 pendaki.
Asper BKPH Lawu Selatan Mulyadi membenarkan bahwa tren pendakian menjelang malam 1 Suro tahun ini tidak seramai biasanya.
Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika jalur pendakian dipadati ribuan pendaki dan peziarah yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun Jawa di kawasan Gunung Lawu.
“Betul, tahun ini tidak seramai biasanya. Kemungkinan karena bersamaan dengan liburan sekolah sehingga pendaki tidak menumpuk pada malam 1 Suro,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, momentum libur sekolah membuat pola kunjungan pendaki berubah.
Banyak pengunjung memilih mendaki lebih awal karena memiliki waktu libur yang lebih panjang.
Akibatnya, jumlah pendaki yang biasanya terkonsentrasi pada malam 1 Suro menjadi tersebar dalam beberapa hari sebelumnya.
“Kemungkinan pendaki tersebar di beberapa hari, tidak terkonsentrasi pada malam 1 Suro seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Sebagai perbandingan, pada momentum malam 1 Suro tahun lalu jumlah pendaki yang masuk melalui jalur Cemoro Sewu mencapai sekitar 1.500 orang dalam kurun sehari semalam.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun ini yang bahkan belum menembus 500 orang.
Meski demikian, Perhutani bersama aparat gabungan tetap melakukan pengamanan dan pemantauan di kawasan pendakian.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi aktivitas pendaki wisata maupun pendaki religi yang masih menjadikan Gunung Lawu sebagai tujuan utama selama Bulan Suro.
Selain melakukan pengawasan, petugas juga mengingatkan seluruh pendaki agar mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan Gunung Lawu.
“Kami mengimbau pendaki tetap mematuhi aturan pendakian, menjaga keselamatan, kebersihan, serta menghormati aktivitas pendaki lainnya,” tandas Mulyadi. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto