Jawa Pos Radar Magetan – Kasus pencurian tujuh unit laptop di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Magetan menuai sorotan DPRD.
Kalangan legislatif menilai peristiwa tersebut menjadi alarm serius atas lemahnya sistem pengamanan di pusat pemerintahan daerah.
Tak hanya menimbulkan kerugian materiil, pencurian perangkat kerja milik pemerintah itu juga berpotensi mengancam keamanan data dan dokumen penting yang tersimpan di dalamnya.
Sekretaris Komisi A DPRD Magetan Didik Haryono mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan aset daerah.
Menurutnya, pencurian yang terjadi di kawasan kantor pemerintahan menunjukkan adanya celah pengawasan yang harus segera diperbaiki.
"Peristiwa ini menunjukkan lemahnya sistem keamanan. Padahal sesuai protap, kantor pemkab masuk dalam pengawasan 24 jam. Karena itu perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan personel pengamanan," ujarnya, Selasa (23/6).
Didik menilai kerugian yang ditimbulkan tidak sebatas hilangnya tujuh unit laptop.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kemungkinan bocornya data strategis maupun dokumen pemerintahan yang tersimpan dalam perangkat tersebut.
"Kerugian immateriil bisa jauh lebih besar daripada nilai laptopnya. Apalagi jika berisi data penting terkait program pemerintah maupun dokumen pertanggungjawaban," tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Sebagai mitra kerja Satpol PP, Komisi A DPRD Magetan meminta penguatan sistem keamanan dilakukan secara menyeluruh.
Mulai dari penambahan pengawasan personel, optimalisasi kamera pengawas (CCTV), hingga peningkatan sistem pengamanan gedung pemerintahan.
Selain itu, DPRD juga mendorong aparat kepolisian mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
Rekaman CCTV yang telah diamankan diharapkan dapat membantu proses identifikasi pelaku.
"Kami berharap polisi serius dan terbuka menangani kasus ini. Dengan adanya CCTV, kami optimistis pelaku bisa segera diamankan," katanya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto