Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Telur Anjlok, Peternak Magetan Minta Solusi, Pemkab Usul Forum Tiga Daerah

Aprilita Sari • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:20 WIB
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro berdialog dengan peternak ayam petelur saat audiensi di Magetan, Selasa (23/6). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro berdialog dengan peternak ayam petelur saat audiensi di Magetan, Selasa (23/6). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak menjadi perhatian serius Pemkab Magetan.

Ketimpangan antara biaya produksi yang terus meningkat dan harga jual yang menurun dinilai menjadi penyebab utama kerugian yang dialami peternak ayam petelur.

Persoalan tersebut mengemuka dalam audiensi antara peternak ayam petelur dengan pemerintah daerah yang digelar di Magetan, Selasa (23/6).

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan harga pakan ternak terus mengalami kenaikan dan cenderung fluktuatif.

Sebaliknya, harga telur justru mengalami penurunan sehingga margin usaha peternak semakin tertekan.

"Harga pakan semakin naik dan fluktuatif, tetapi tidak pernah turun.

Sementara harga jual telur justru turun. Akibatnya peternak ayam petelur mengalami kerugian," ujarnya.

Menurut Suyatni, pemerintah pusat sebenarnya telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk melindungi peternak.

Di antaranya melalui penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) serta imbauan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog untuk menyerap produksi telur peternak.

Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh peternak rakyat, terutama peternak skala kecil.

"Di lapangan belum berjalan maksimal sehingga peternak kecil masih merasakan dampaknya," katanya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Magetan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memfasilitasi forum bersama antara pemerintah daerah dan peternak dari tiga sentra produksi telur terbesar di Jawa Timur, yakni Magetan, Blitar, dan Malang.

Forum tersebut dinilai penting untuk menyamakan persepsi terkait harga telur yang beredar di pasar maupun media sosial.

Perbedaan informasi harga disebut turut memengaruhi kondisi pasar dan posisi tawar peternak.

"Perlu ada forum bersama agar bisa dirumuskan harga acuan atau harga harian yang lebih adil bagi peternak," terangnya.

Selain harga telur, para peternak juga menyampaikan sejumlah persoalan lain yang memerlukan campur tangan pemerintah pusat.

Mulai dari pengendalian stok telur nasional, distribusi day old chick (DOC), pengawasan produksi perusahaan peternakan skala besar, hingga optimalisasi penyerapan hasil produksi peternak oleh Bulog.

Pemkab berharap berbagai persoalan tersebut dapat segera mendapat solusi konkret agar usaha peternakan rakyat tetap mampu bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

"Harapannya segera ada solusi konkret sehingga usaha peternakan rakyat tetap bisa bertahan," harap Suyatni. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#harga telur anjlok #telur ayam Jawa Timur #harga pakan ternak #magetan #peternak ayam petelur