Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkab Magetan Kaji Cabai Keriting Jadi Komoditas Pengganti Kentang di Plaosan

Aprilita Sari • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:15 WIB
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro berdialog dengan petani kentang di Plaosan untuk membahas peluang pengembangan komoditas alternatif bernilai ekonomi tinggi pascapanen kentang. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro berdialog dengan petani kentang di Plaosan untuk membahas peluang pengembangan komoditas alternatif bernilai ekonomi tinggi pascapanen kentang. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan mulai mengkaji pengembangan komoditas alternatif bagi petani kentang di Kecamatan Plaosan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap satu jenis tanaman sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian.

Salah satu komoditas yang masuk dalam kajian adalah cabai keriting.

Tanaman hortikultura tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani setelah musim panen kentang berakhir.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi bersama petani kentang mitra Indofood di Balai Desa Pacalan, Plaosan, Selasa malam (23/6).

“Petani berharap ada pendampingan dan pembinaan terkait komoditas yang memiliki prospek pasar sehingga bisa menambah penghasilan mereka,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, sedikitnya 20 perwakilan petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Selain pola tanam, mereka juga menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi hasil pertanian yang akan dikembangkan.

Menurut Suyatni, tantangan terbesar bukan hanya menentukan komoditas pengganti kentang, tetapi memastikan hasil panennya dapat terserap pasar dengan baik.

Petani khawatir komoditas baru yang ditanam tidak memiliki pasar yang kuat sehingga sulit memberikan keuntungan.

Karena itu, aspek pemasaran menjadi perhatian utama sebelum pengembangan dilakukan secara luas.

“Kalau produksinya kecil, biaya distribusi bisa tinggi dan petani sulit bersaing. Ini yang sedang kami hitung,” katanya.

Pemkab Magetan saat ini mempelajari keberhasilan sentra cabai keriting di Kecamatan Parang.

Beberapa desa seperti Nglopang, Mategal, Sayutan, dan Trosono dinilai berhasil mengembangkan komoditas tersebut dengan produktivitas tinggi.

Keberhasilan daerah tersebut akan dijadikan referensi untuk melihat peluang penerapan pola tanam serupa di wilayah Plaosan, khususnya pada musim kemarau.

Suyatni berharap diversifikasi komoditas pertanian dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga satu komoditas tertentu.

“Ketika produksinya besar dan berkelanjutan, pedagang justru datang sendiri. Pola seperti itu yang ingin kami dorong,” tegasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Petani Kentang #cabai keriting #magetan #pertanian magetan #plaosan