Jawa Pos Radar Magetan – Pencurian tujuh laptop di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Magetan memicu evaluasi besar-besaran terhadap sistem keamanan pusat pemerintahan.
Pemkab Magetan memastikan kehilangan perangkat tersebut tidak sampai menghilangkan data penting pemerintahan.
Sebab, sebagian besar dokumen dan arsip telah tersimpan pada perangkat maupun sistem lain.
Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto mengatakan data yang berada di dalam laptop yang hilang masih dapat diakses kembali.
“Kalau untuk data di laptop yang hilang, sebagian besar masih bisa dicari dan diakses dari komputer lainnya,” ujarnya, kemarin (24/6).
Tujuh laptop yang dicuri berasal dari Bagian Hukum dan Bagian Organisasi Setda Magetan.
Saat ini pemerintah daerah masih melakukan inventarisasi aset sekaligus menghitung kebutuhan pengadaan perangkat pengganti.
Menurut Welly, pengadaan laptop baru akan mempertimbangkan tingkat urgensi kebutuhan masing-masing unit kerja.
“Untuk pengadaan kembali tentu menyesuaikan tingkat urgensinya,” katanya.
Selain fokus pada penggantian aset, Pemkab Magetan langsung melakukan pembenahan sistem pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Langkah yang dilakukan antara lain menata ulang titik pemasangan kamera pengawas (CCTV), memperkuat sistem pemantauan, serta mengevaluasi prosedur operasional standar (SOP) pengamanan gedung.
“SOP pengamanan harus diperbaiki, termasuk siapa yang bertanggung jawab menutup dan mengunci ruangan,” tegasnya.
Meski terjadi kasus pencurian, pemkab belum berencana menambah jumlah personel keamanan.
Menurut Welly, pengamanan masih bisa dioptimalkan melalui peningkatan fasilitas pengawasan dan kedisiplinan petugas dalam menjalankan prosedur.
“Kalau CCTV dan sistem pengawasan sudah lengkap, personel yang ada masih cukup. Yang terpenting pengawasannya berjalan maksimal,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto