Jawa Pos Radar Magetan – Pascakelulusan SMA dan SMK, permintaan pembuatan kartu kuning atau AK1 di Kabupaten Magetan meningkat tajam.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat kini melayani lebih dari 50 pemohon setiap hari, jauh di atas kondisi normal yang hanya berkisar delapan hingga sepuluh orang.
Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Disnaker Magetan Henry Kristiyono mengatakan lonjakan mulai terjadi setelah siswa menerima ijazah maupun surat keterangan lulus.
Kartu AK1 masih menjadi salah satu dokumen yang wajib dilampirkan saat melamar pekerjaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Setelah kelulusan SMA dan SMK, permintaan pembuatan AK1 meningkat cukup tajam. Setiap hari kantor ramai didatangi pencari kerja," ujarnya, Senin (29/6).
Data Disnaker Magetan mencatat sebanyak 710 pencari kerja mengurus AK1 selama Januari hingga Mei 2026.
Rinciannya Januari 96 orang, Februari 120 orang, Maret 78 orang, April 224 orang, dan Mei 192 orang.
Lonjakan tertinggi terjadi pada April dengan 224 pemohon, kemudian masih tinggi pada Mei sebanyak 192 orang.
Menurut Henry, lulusan baru umumnya memanfaatkan AK1 sebagai syarat melamar pekerjaan di luar daerah.
Sementara lulusan tahun-tahun sebelumnya lebih banyak mengurus dokumen tersebut untuk memenuhi persyaratan menjadi pekerja migran Indonesia.
"Untuk calon pekerja migran, AK1 masih menjadi salah satu dokumen yang diwajibkan pemerintah," katanya.
Meski jumlah pemohon meningkat signifikan, Disnaker memastikan pelayanan tetap berjalan normal.
Selama seluruh persyaratan administrasi lengkap, penerbitan kartu kuning dapat diselesaikan pada hari yang sama.
"Kami pastikan pelayanan tetap lancar dan penerbitan bisa selesai pada hari yang sama jika berkas lengkap," tandas Henry. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto