Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Magetan menegaskan komitmen penguatan sumber daya manusia (SDM).
Melalui program beasiswa bagi mahasiswa aktif dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dikpora Magetan Suhardi menjelaskan, program ini menyasar mahasiswa jenjang diploma atau sarjana yang terdaftar di DTKS atau DTSEN PKK 1-5.
"Syaratnya, akreditasi prodi minimal Baik dan sanggup menyelesaikan studi dengan IPK minimal 2,75," ujarnya.
Beasiswa berlaku bagi mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membiayai SPI, UKT, pembelian buku, pemondokan, biaya PKL, KKN, hingga keperluan penelitian.
Terkait pelaksanaan tahun ini, pendaftaran telah dibuka 2 Februari hingga 31 Maret lalu.
Calon penerima mengunduh formulir melalui tautan daring dan mengunggah berkas pendaftaran untuk kemudian diseleksi tim teknis.
Dikpora mencatat 317 pendaftar tahun ini. Dengan pagu anggaran sekitar Rp 1 miliar, kuota yang disediakan adalah 166 mahasiswa.
Dari total pendaftar, terdapat 134 mahasiswa berstatus perpanjangan (penerima 2022–2025),
165 pendaftar baru, dan 18 pendaftar dengan berkas tidak lengkap karena tidak melampirkan DTSN.
"Tahapan kunjungan lapang kepada seluruh calon penerima telah selesai dilaksanakan dan segera dilanjutkan ke tahap penetapan," ungkap Suhardi.
Nantinya, beasiswa sebesar Rp 6 juta tidak diberikan secara tunai. Melainkan ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa.
"Beasiswa ini diberikan satu kali dalam satu tahun anggaran, dan mahasiswa bisa mengajukan permohonan lagi untuk tahun berikutnya," pungkasnya. (ebo/cor/*)