Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gagas Triple Curriculum, Puji Santoso Antarkan IIS PSM Menembus Standar Cambridge

Tim Magang Radar Madiun • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB
Direktur Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira menyerahkan penghargaan Visionary Leader kepada Direktur IIS PSM Puji Santoso dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026, Minggu (28/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Direktur Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira menyerahkan penghargaan Visionary Leader kepada Direktur IIS PSM Puji Santoso dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026, Minggu (28/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Membangun institusi berstandar internasional di tingkat daerah sering kali membentur tembok skeptisisme masyarakat.

Namun, perjalanan panjang Puji Santoso selama hampir dua dekade membuktikan bahwa sekolah lokal mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing di sirkuit global.

Memulai pengabdiannya sebagai guru pada tahun 2008 saat jumlah murid SD hanya 10 anak dan SMP 10 siswa,

pria kelahiran 1982 ini merangkak bersama pertumbuhan Islamic International School (IIS) PSM Magetan hingga kini menjadi lembaga unggulan berkapasitas ratusan murid.

Kunci lompatan besar ini terletak pada keberaniannya menerapkan skema Triple Curriculum.

Baca Juga: Terapkan PTSP dan Gandeng Ponpes serta MAN Terpadu, Tata Kelola MAN 3 Magetan Setara Kota

Di bawah komandonya, IIS PSM mengintegrasikan kurikulum internasional Cambridge, kurikulum nasional, dan kurikulum keagamaan secara simultan.

Hasilnya, setiap lulusan berhak mengantongi tiga legalitas kompetensi sekaligus: sertifikat Cambridge Checkpoint, ijazah nasional, serta sertifikat standar Al-Qur’an dari Ummi Foundation.

"Kami ingin menghadirkan pendidikan yang utuh, sehingga siswa memiliki kompetensi akademik global, nasional,

sekaligus fondasi keagamaan yang kuat," kata Puji Santoso.

Baca Juga: Gagas Prasasti Smaga, Strategi Riful Hamidah Pacu Guru SMAN 3 Magetan Lahirkan Inovasi

Sadar bahwa kurikulum yang megah membutuhkan eksekutor yang cakap, Puji memfokuskan pembenahan pada sektor hulu SDM.

Seluruh tenaga pendidik diwajibkan menguasai kecakapan bahasa Inggris yang fasih serta memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat sebagai modal mendidik.

Penguatan kompetensi internal ini menjadi modal bagi sekolah untuk meluncurkan program outing class dan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Dampaknya terlihat dari nyali siswa yang teruji di panggung luar negeri, salah satunya melalui partisipasi rutin dalam kompetisi robotik internasional di Malaysia.

Keberhasilan manajemen Puji juga ditandai dengan ekspansi infrastruktur fisik berupa berdirinya dua kampus di Magetan serta perluasan sayap ke wilayah Kediri.

Baca Juga: 200 Peternak Magetan Demo di DPRD Jatim, Harga Telur Anjlok di Bawah HAP

Atas kepemimpinan visioner yang gigih mengikis ketimpangan kualitas pendidikan kota dan daerah ini,

Puji Santoso dianugerahi penghargaan Visionary Leader dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.

"Tantangan terbesar kami adalah menghadirkan kualitas internasional dengan biaya yang tetap terjangkau bagi masyarakat daerah.

Kami ingin membuktikan bahwa sekolah di daerah pun mampu melahirkan lulusan berstandar global," pungkasnya. (ebo/*)

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#IIS PSM #magetan