Jawa Pos Radar Madiun - Pengalaman panjang di dunia pendidikan menjadi modal berharga bagi Suwoko dalam menakhodai lembaga madrasah.
Memulai karier sebagai kepala madrasah sejak tahun 2008, dia kini membawa MTsN 5 Magetan berkembang.
Melalui berbagai program strategis yang fokus pada mutu akademik dan penguatan karakter peserta didik.
Di bawah kepemimpinannya, madrasah dengan jumlah 1.156 siswa ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pengembangan potensi anak.
Suwoko menerapkan beragam inovasi pembelajaran melalui program kelas khusus.
Baca Juga: Gagas Triple Curriculum, Puji Santoso Antarkan IIS PSM Menembus Standar Cambridge
Seperti kelas sains, bahasa, agama, multimedia, olahraga voli dan bola, hingga kelas percepatan sistem kredit semester (SKS) yang memungkinkan siswa lulus dua tahun.
Peningkatan kapasitas guru pun digenjot melalui lokakarya integrasi deep learning serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
"Kuncinya bekerja dengan hati dan diniati ibadah, sehingga tugas mengembangkan kualitas sumber daya manusia ini terasa lebih ringan," kata Suwoko.
Pendekatan manajerial yang terstruktur membuahkan hasil nyata pada capaian siswa.
Baca Juga: Terapkan PTSP dan Gandeng Ponpes serta MAN Terpadu, Tata Kelola MAN 3 Magetan Setara Kota
MTsN 5 Magetan meraih 18 prestasi tingkat nasional, 6 provinsi, dan 45 tingkat kabupaten.
Serapan lulusan tahun pelajaran 2024/2025 meluas di berbagai sekolah terbaik di wilayah Madiun, Magetan, dan Ngawi.
Kelembagaan sekolah diperkuat dengan predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2024 dan penghargaan Outstanding Extracurricular dari Radar Madiun 2025.
Atas dedikasi dan konsistensinya dalam membangun ekosistem madrasah yang kreatif, ramah anak, dan berdaya saing global,
Suwoko dianugerahi penghargaan Visionary Leader ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Langkah transformasi ini mempertegas posisi MTsN 5 Magetan sebagai lembaga pendidikan yang siap mencetak generasi berprestasi.
Baca Juga: Gagas Prasasti Smaga, Strategi Riful Hamidah Pacu Guru SMAN 3 Magetan Lahirkan Inovasi
‘’Guru harus terus berkembang agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman,’’
pungkas peraih gelar Kepala Madrasah Terfavorit dalam kegiatan GTK Berprestasi Kemenag Magetan 2024 ini. (ebo/cor/*)
Editor : Tim Magang Radar Madiun