Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha Kerupuk di Magetan Kurangi Isi Kemasan

Aprilita Sari • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:00 WIB
Aktivitas produksi kerupuk di salah satu UMKM di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Aktivitas produksi kerupuk di salah satu UMKM di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Kenaikan harga bahan baku terus menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan.

Pengusaha kerupuk di Desa Malang, Kecamatan Maospati, memilih mengurangi ukuran dan isi kemasan produk agar tetap bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual.

Lonjakan harga minyak goreng, tepung tapioka, hingga plastik kemasan membuat biaya produksi meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha mencari berbagai cara agar konsumen tetap mampu membeli produknya.

Sri Wahyuni, salah seorang pengusaha kerupuk di Maospati, mengatakan hampir seluruh pelaku usaha yang bergantung pada minyak goreng dan plastik kemasan merasakan dampak kenaikan harga.

"Semua usaha yang menggunakan minyak dan plastik pasti terdampak. Usaha kerupuk juga berat karena tepung ikut naik," ujarnya, Jumat (3/7).

Sri mengaku sebelumnya menggunakan minyak goreng kemasan bermerek.

Namun, tingginya harga membuat dirinya beralih ke minyak goreng curah. Sayangnya, harga minyak curah juga terus mengalami kenaikan.

Untuk menekan biaya produksi, ukuran kerupuk mentah yang dibeli dari pabrik kini dibuat lebih kecil.

Di sisi lain, isi kemasan yang dijual kepada konsumen juga dikurangi meski harga tetap dipertahankan.

"Ukuran kerupuk mentah dari pabrik diperkecil, tetapi berat per kilogram tetap. Di tingkat penjualan juga kami kurangi sedikit isi per bal, misalnya dari lima kilogram dikurangi satu ons," jelasnya.

Strategi serupa juga dilakukan pedagang kerupuk matang.

Wuryadi memilih mengurangi jumlah keping dalam setiap bungkus dibandingkan menaikkan harga jual.

Jika sebelumnya satu bungkus berisi 15 keping, kini hanya berisi 14 keping dengan harga tetap Rp 3 ribu per bungkus.

"Jalan tengah supaya pedagang kecil tetap bisa berjualan dan terjangkau untuk masyarakat," ujarnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#UMKM kerupuk Magetan #harga tepung tapioka #pengusaha kerupuk Maospati #shrinkflation #harga minyak goreng