Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Empat Kebakaran Terjadi Sehari di Magetan, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Aprilita Sari • Rabu, 8 Juli 2026 | 22:30 WIB
Petugas Satpol PP dan Damkar Magetan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi pada Rabu (8/7). FOTO: DAMKAR MAGETAN
Petugas Satpol PP dan Damkar Magetan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi pada Rabu (8/7). FOTO: DAMKAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Cuaca terik yang melanda Kabupaten Magetan meningkatkan risiko kebakaran.

Dalam sehari, Rabu (8/7), Satpol PP dan Damkar Magetan harus menangani empat insiden kebakaran lahan di lokasi berbeda.

Kepala Seksi Pemadaman Satpol PP dan Damkar Magetan Sofyan Dwi Erwanto mengatakan, hingga Rabu sore pihaknya menerima empat laporan kebakaran yang seluruhnya langsung ditindaklanjuti petugas.

"Hingga Rabu sore, kami setidaknya menerima laporan dan melakukan penanganan terhadap empat peristiwa kebakaran," ujarnya.

Kebakaran pertama terjadi di lahan di Jalan Raya Maospati–Ngawi, Kecamatan Karangrejo.

Tak lama berselang, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di Desa Semen, Kecamatan Nguntoronadi.

Menurut Sofyan, penyebab dua kebakaran tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan di sekitarnya.

"Sama seperti sebelumnya, penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah," ungkapnya.

Insiden berikutnya terjadi di Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo.

Sore harinya, petugas kembali dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan tebu di Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo.

Sofyan mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.

Kondisi vegetasi yang mengering membuat api mudah menjalar dan sulit dikendalikan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah musim kemarau. Kondisi vegetasi yang kering membuat api sangat mudah merambat dan memicu kebakaran yang lebih luas," tegasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #musim kemarau #kebakaran magetan #Damkar Magetan #kebakaran lahan