Jawa Pos Radar Madiun - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SLBN Karangrejo, Kabupaten Magetan, tahun ini diisi dengan pembekalan kesiapsiagaan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mengajak siswa berkebutuhan khusus mengikuti simulasi gempa bumi melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Jumat (17/7).
Petugas BPBD Magetan Khoirul Huda mengatakan, penyampaian materi kebencanaan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, guru turut mendampingi sekaligus menerjemahkan materi menggunakan bahasa isyarat agar lebih mudah dipahami siswa.
"Sebagai petugas tentu ada tantangan. Karena itu, guru membantu menerjemahkan materi menggunakan bahasa isyarat agar lebih mudah dipahami," ujarnya.
Simulasi diawali dengan bunyi sirene sebagai tanda terjadinya gempa.
Seluruh siswa langsung mempraktikkan prosedur penyelamatan diri dengan berlindung di bawah meja sebelum dievakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Berbagai skenario juga diperagakan, mulai dari evakuasi korban menggunakan tandu hingga simulasi penyelamatan siswa pengguna kursi roda yang dibantu teman-temannya.
Kegiatan tersebut sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan kerja sama saat menghadapi situasi darurat.
"Tugas kita memperkuat empati supaya mereka jadi pribadi yang mandiri dan saling membantu saat terjadi bencana," tegas Khoirul.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SLBN Karangrejo Farida Nila Sari mengatakan, simulasi kebencanaan telah menjadi agenda rutin sekolah dan dilaksanakan sedikitnya dua kali setiap semester.
Menurutnya, latihan berkala penting untuk membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah sekaligus memastikan siswa maupun guru memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
"Dengan latihan yang rutin, kami berharap siswa maupun guru siap menghadapi kondisi darurat sehingga budaya siaga bencana tumbuh di sekolah," pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto