Jawa Pos Radar Madiun - Kepemimpinan Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa langsung diuji sejak awal bertugas.
Baru tiga hari menjabat, perwira menengah Polri itu dihadapkan pada konflik antarkelompok perguruan pencak silat yang dipicu kesalahpahaman di lapangan.
Melalui langkah cepat dan pendekatan persuasif, situasi berhasil dikendalikan.
Seluruh pihak yang berselisih akhirnya sepakat menandatangani pakta perdamaian sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Magetan.
"Kepemimpinan harus dimulai dari keteladanan. Anggota juga harus memiliki kreativitas dalam menjalankan tugas dengan berpedoman pada nilai-nilai SETIA," ujar Erik, Sabtu (18/7/2026).
Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 itu resmi menjabat sebagai Kapolres Magetan sejak 14 April 2025.
Sebelum memimpin Polres Magetan, ia meniti karier di Polda Lampung dan Polda Jawa Barat, kemudian mengemban sejumlah jabatan strategis di Polda Jawa Timur, di antaranya sebagai Kasat PJR dan Kasubdit Regident.
Menurut Erik, Kabupaten Magetan memiliki kesan tersendiri berkat karakter masyarakatnya yang guyub, ramah, dan tertib.
"Karakteristik masyarakat Magetan itu guyub, ramah, dan tertib," katanya.
Semangat kebersamaan masyarakat tersebut kemudian diadopsi dalam kepemimpinan internal Polres Magetan melalui slogan SETIA, akronim dari Solid, Empati, Taqwa, Inovatif, dan Amanah.
Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Polres Magetan juga mengusung gerakan Jogo Magetan sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan di wilayah Kabupaten Magetan.
Melalui penguatan pelayanan publik serta pengamanan di berbagai objek strategis, AKBP Erik berharap kehadiran personel Polri tidak hanya dirasakan, tetapi juga semakin dipercaya dan dirindukan masyarakat. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto