19 Kebakaran Terjadi di Magetan Saat Kemarau, Bakar Sampah Jadi Pemicu Terbanyak

Aprilita Sari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:15 WIB
Petugas Damkar Magetan memadamkan api yang membakar lahan tebu akibat pembakaran sampah yang merembet saat musim kemarau. FOTO: ISTIMEWA
Petugas Damkar Magetan memadamkan api yang membakar lahan tebu akibat pembakaran sampah yang merembet saat musim kemarau. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun - Musim kemarau membuat ancaman kebakaran di Kabupaten Magetan semakin meningkat.

Kondisi lahan yang kering ditambah aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi kombinasi yang berisiko memicu api meluas.

Data Satpol PP dan Damkar Magetan mencatat, hingga 17 Juli 2026 terdapat 19 kejadian kebakaran yang telah ditangani petugas.

Mayoritas kasus terjadi pada lahan terbuka dengan penyebab utama kelalaian saat membakar sampah.

Kasi Pemadaman Satpol PP dan Damkar Magetan Sofyan Dwi Erwanto mengatakan, selama musim kemarau pihaknya hampir setiap hari menerima laporan kejadian kebakaran dari masyarakat.

Evaluasi terhadap sejumlah kejadian menunjukkan sebagian besar api bermula dari aktivitas pembakaran sampah maupun serasah yang tidak diawasi hingga akhirnya menjalar ke area sekitar.

''Hampir setiap hari kami menerima laporan kebakaran lahan,'' ujar Sofyan, Senin (20/7).

Menurutnya, kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah merambat.

Terutama ketika pembakaran dilakukan di sekitar lahan kosong, kebun, maupun area yang banyak terdapat material kering.

Salah satu kejadian terbaru terjadi di lahan tebu milik Puguh Santoso, Desa Kuwonharjo RT 22 RW 04, Kecamatan Takeran, pada Jumat (17/7).

Damkar Magetan menerima laporan dari warga melalui WhatsApp sekitar pukul 12.11 WIB.

Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Beruntung, api dapat segera ditangani sehingga tidak meluas ke area lain. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
magetan kebakaran musim kemarau Damkar Magetan