Peringati Hari Krida Pertanian ke-54, Pemkab Magetan Teguhkan Semangat Modernisasi dan Berkelanjutan

Aprilita Sari • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:12 WIB
DUKUNGAN: Bupati Nanik Endang Rusminiarti secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan dalam peringatan Hari Krida Pertanian Ke-54 di halaman DTPHP Magetan, Rabu (22/7). (PROKOPIM MAGETAN)
DUKUNGAN: Bupati Nanik Endang Rusminiarti secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan dalam peringatan Hari Krida Pertanian Ke-54 di halaman DTPHP Magetan, Rabu (22/7). (PROKOPIM MAGETAN)

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Magetan memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Tahun 2026 di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan, Rabu (22/7). 

Peringatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen membangun sektor pertanian menjadi lebih modern dan berkelanjutan.

Rangkaian acara diawali apel dipimpin Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan anak yatim, hibah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penghargaan lomba, temu teknis perbenihan, panen sayur bersama, final lomba Kelompencapir, hingga pameran gelar potensi unggulan.

Kepala DTPHP Magetan Uswatun Chasanah menegaskan, HKP bukan sekadar seremonial, melainkan wadah memperkuat kolaborasi demi memajukan pertanian yang adaptif terhadap teknologi.

UNGGULAN: Bupati bersama jajaran DTPHP memanen sayur bersama. (PROKOPIM)
UNGGULAN: Bupati bersama jajaran DTPHP memanen sayur bersama. (PROKOPIM)

 

Baca Juga: Kasus Femas di Korea Selatan, Disnaker Jatim Tunggu Fakta Sebelum Ambil Kesimpulan

‘’HKP menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani agar produktivitas serta daya saing terus meningkat,’’ terangnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang menjadi garda terdepan penjaga ketersediaan pangan.

Guna menghadapi tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan, pemkab mengusung tiga strategi utama pembangunan pertanian di Magetan.

Pertama, percepatan adopsi teknologi smart farming dan penggunaan alsintan modern. Kedua, penguatan regenerasi untuk mencetak petani milenial yang inovatif.

Ketiga, pengembangan hilirisasi hasil pertanian agar memiliki nilai tambah. ‘’Sinergi seluruh pihak diharapkan mampu mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern,’’ pungkasnya. (ril/*/naz)

Editor : Mizan Ahsani
uswatun chasanah magetan Hari Krida Pertanian DTPHP Magetan nanik endang rusminiarti