Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Magetan bersama Polres Magetan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Selain itu, dua unit helikopter milik Lanud Iswahjudi disiapkan untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, sinergi lintas instansi menjadi kunci utama untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
"TNI-Polri selalu siap mendukung pemkab dalam pencegahan maupun penanganan karhutla.
Kesiapsiagaan harus dibangun sejak awal agar potensi kebakaran bisa diredam," ujarnya, Jumat (24/7).
Selain dukungan armada udara, rapat koordinasi juga menghasilkan pembentukan Satgas Terpadu yang melibatkan berbagai unsur.
Mulai dari Pemkab Magetan, Polres Magetan, Kodim 0804/Magetan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, Lanud Iswahjudi, Batalyon TP 529/SBA, hingga relawan kebencanaan.
Polres Magetan juga mengusulkan pembagian tugas yang lebih terstruktur antarlembaga agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Upaya tersebut dibarengi dengan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran.
"Dengan kesiapan armada udara dan soliditas Satgas Terpadu, kami optimistis potensi karhutla sepanjang kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkas Kapolres. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto