DPUPR Magetan Kebut Normalisasi Sungai, Ekskavator Beroperasi Keliling Antisipasi Banjir

Aprilita Sari • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:40 WIB
KEBUT NORMALISASI: Alat berat ekskavator milik DPUPR Magetan mengeruk endapan lumpur dan membersihkan tanaman liar di aliran sungai. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
KEBUT NORMALISASI: Alat berat ekskavator milik DPUPR Magetan mengeruk endapan lumpur dan membersihkan tanaman liar di aliran sungai. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – DPUPR  Magetan mempercepat normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir saat musim penghujan.

Pengerukan endapan lumpur, penyempitan alur, hingga pembersihan tanaman liar dilakukan secara bergilir menggunakan alat berat di sejumlah titik.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Magetan Yuli Iswahyudi mengatakan, ekskavator milik dinas terus beroperasi dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mengeruk sedimen yang menghambat aliran air.

"Ekskavator kami tidak pernah pulang ke markas. Selalu beroperasi di lapangan untuk menormalisasi sungai-sungai yang mendesak di Magetan," ujarnya, Senin (27/7).

Saat ini, normalisasi difokuskan di sejumlah wilayah, di antaranya Bogorejo, Karangsono, Jungke, serta beberapa lokasi lainnya yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Menurut Yuli, penentuan lokasi prioritas sebagian besar berasal dari usulan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa kepada Bupati Magetan.

Selain sungai, DPUPR juga akan melakukan normalisasi pada sejumlah fasilitas penampung air.

Pemerintah Kabupaten Magetan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pengerukan embung selama musim kemarau, salah satunya di Embung Jokerto.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung sungai dan embung sehingga dapat mengurangi potensi banjir ketika intensitas hujan mulai meningkat.

"Kami berharap normalisasi berkala ini sanggup mengembalikan daya tampung sungai dan embung," tandasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
antisipasi banjir DPUPR Magetan normalisasi sungai