Jawa Pos Radar Madiun – DPUPR Kabupaten Magetan memastikan pelaksanaan proyek infrastruktur tahun anggaran 2026 berjalan sesuai jadwal.
Hingga pertengahan tahun, realisasi fisik pekerjaan secara akumulatif telah mencapai sekitar 25 persen.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid mengatakan, sejumlah proyek strategis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) telah memasuki tahap konstruksi dan menunjukkan perkembangan positif.
"Proyek berskala besar di APBD Induk 2026 sudah berjalan. Secara keseluruhan realisasi fisik kami rata-rata sudah mencapai 25 persen," ujarnya, Senin (27/7).
Muhtar menjelaskan, proyek peningkatan Jalan Parang–Kalipucang yang didanai DAK telah mencapai progres sekitar 30 persen.
Sementara peningkatan Jalan Parang–Sayutan terealisasi sekitar 20 persen, sedangkan pembangunan akses Jalan Botok menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Botok telah menyentuh kisaran 25 persen.
Selain pembangunan jalan dan jembatan, DPUPR juga mulai mengerjakan infrastruktur sumber daya air, salah satunya Embung Sidowayah.
Setelah proses lelang selesai, proyek dilanjutkan dengan pre-construction meeting (PCM) sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Di sisi lain, paket pekerjaan melalui mekanisme e-purchasing serta perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir juga terus dipercepat agar dapat selesai sesuai target.
Muhtar memastikan kendala teknis terkait penyesuaian harga pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM) telah diselesaikan sehingga tidak lagi menghambat pekerjaan kontraktor di lapangan.
"Meski ada proyek bernilai besar yang butuh waktu seperti Jalan Botok dan embung, kami optimistis seluruh pekerjaan tuntas sebelum akhir tahun," pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto